contoh soal hukum waris perdata

Hay teman-teman semoga kalian lagi bugar, Saat ini aku akan memberitahu informasi tentang contoh soal hukum waris perdata lengkap dengan gambar beserta isinya. Akan tetapi sebelum melangkah kepada konten contoh soal hukum waris perdata ada bagusnya kita pahami dulu tentang contoh soal hukum waris perdata tersebut.
contoh soal hukum waris perdata memang sedang laris diperbincangkan saat ini, Mengingat contoh soal hukum waris perdata yang mau saya share ini sangat penuh isi dengan informasi didalamnya. Dijaman sekarang ini banyak sekali teknologi yang serba canggih, bisa dari Smartphone yang kalian punyai sudah bisa melakukan apa saja di tangan yang agan pegang tersebut. Mau itu mencari mobil,kereta,tumbuhan semuanya ada di Smartphone kalian.
Konten kali ini juga ialah bagian dari artikel yang sudah banyak di dunia internet yang kalian pegang. Tentunya pembahasan yang akan saya bagikan sangat berbeda dari blog yang lainnya, Sangat cetar membahana dan terpercaya.
Baiklah tidak perlu berlama lama lagi, langsung saja ke pokok intinya, Berikut informasi contoh soal hukum waris perdata lengkap dengan gambar dan isinya.

Hak Waris Anak Tiri Menurut Hukum Islam - Anak tiri adalah anak salah seorang suami atau isteri sebagai hasil perkawinannya dengan isteri atau suaminya yang terdahulu, yang secara hukum memiliki hubungan dengan perkawinan baru yang sah oleh ayah atau ibunya, dimana anak bawaan suami atau istri berstatus sebagai anak tiri dalam keluarga atau perkawinan yang baru ayah atau ibunya. Pada dasarnya anak tiri hanya memiliki hubungan kewarisan dan keperdataan dengan orang tua sedarah.
Dalam Pasal 5 UU No 6 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas UU No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan bahwa adanya hubungan dengan orang tua sedarah tersebut dibuktikan dengan akta kelahirann yang otentik yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang. Adapun dalam Kompilasi Hukum Islam, anak tiri bukanlah ahli waris. Hal ini tercantum, dalam Pasal 171 KIH yang artinya ia tidak dapat saling mewarisi antara dengan orang tua tirinya. Apabila dianalisis ketentuan hukum waris Islam, yang menjadi sebab seseorang itu mendapatkan warisan atau menjadi ahli waris dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Seorang anak tiri dengan orang tua tiri tidak ada hubungan kewarisan, akan tetapi sebagai pengukuhan dari Lembaga pengangkatan anak, pada prakteknya Kompilasi Hukum Islam mewajibkan agar orang tua tiri memberi wasiat walaupun orang tua tiri tidak mewasiatkan kepada anak tiri tersebut. Anak tiri tidak secara langsung termasuk golongan ahli waris menurut hukum islam, akan tetapi bukan berarti anak tiri tidak bisa mendapatkan warisan. Saat telah terjadi perkawinan yang sah, maka secara hukum anak tiri atau anak bawaan telah memiliki hubungan hukum dengan keluarga baru nya.

Adanya upaya pembaharuan hukum yang dilakukan dengan memberikan wasiat kepada anak luar nikah adalah pembaharuan yang sifatnya terbatas, yaitu dengan tetap mendudukan posisi ahli waris anak luar nikah sebagai orang yang terhalang untuk mendapatkan warisan karena bukan anak sah, tetapi mereka tetap mendapatkan bagian dari harta peninggalan saudara kandungnya yang muslim adalah dengan jalan wasiat.
Sistem hukum yang berlaku saat ini di Indonesia masih adanya pluralitas hukum tentang kewarisan, yang memungkinkan seorang anak luar nikah dapat mewarisi dari pewaris muslim, tetapi sangat tertutup bagi ahli waris muslim untuk mendapatkan warisan dari pewarisnya yang anak luar nikah. Wasiat yang diberikan kepada anak cucu, anak angkat dan orang tua angkat yang diatur dalam KHI berbeda dengan wasiat yang diberikan untuk anak luar nikah.
Contoh Soal Pembagian Warisan dan Cara Perhitungannya | matematrick.com
Selamat berjumpa kembali di matematrick.com. Pada kesempatan kali ini akan saya bagikan contoh soal aplikasi pembagian matematika dengan konteks menghitung warisan dan tata cara perhitungannya. Tidak sekedar menghitung dalam menyelesaikannya, tetapi melibatkan penguasaan masalah dan penalaran juga. Dalam pengertian lain, permaslahan ini tidak melulu persoalan matematika melainkan juga pengetahuan tentang cabang ilmu lainnya.

Seorang saudagar kaya mempunyai 117 ekor kambing yang akan dibagikan kepada 5 orang anaknya.
Anak tertua mendapat 1/3 bagian dari jumlah kambing tersebut
Anak kedua mendapat 1/4 bagian
Anak ketiga mendapat 1/6 bagian
Anak keempat mendapat 1/8 bagian, dan
Anak kelima akan mendapat 1/10 bagian dari jumlah sapi yang ada.
Kelima anak tersebut bingung karena sapi tidak boleh dipotong-potong.
Bagaimana cara mereka untuk membagi sapi-sapi tersebut dan berapa ekor sapi yang akan diperoleh oleh masing-masing anak?
Seorang laki-laki wafat dan meninggalkan warisan uang sebesar Rp. 1.350.000.000,-. Ahli waris dari laki-laki tersebut adalah: istri, ayah, ibu dan 2 orang anak perempuan dengan bagian masing-masing sebagai berikut:
- istri = 1/8 bagian
- ayah = 1/6 bagian
- ibu = 1/6 bagian
- 2 anak perempuan = 2/3 bagian.
Bagaimana tata cara pembagiannya dan berapakah bagian dari masing-masing ahli waris?
Demikianlah contoh soal pembagian matematika yang terkait dengan masalah pembagian harta warisan. Jika anda tertarik untuk mendiskusikannya silakan tinggalkan jejak anda di kolom komentar di bawah postingan ini.
Terima kasih sudah membaca dan menyimak postingan ini sampai tuntas. Semoga ada manfaat yang bisa didapatkan. Salam,



























































































Bagaimana?, keren bukan artikelnya?. Kalau agan ada pertanyaan soal contoh soal hukum waris perdata lebih lanjut lagi, agan bisa tanya jawab di sini untuk memajukan lagi blog saya ini yang masih tahap pemula. Saya harap sangat bersyukur dengan adanya artikel contoh soal hukum waris perdata tersebut, para abang dan nyonya permasalahannya bisa diatasi dan terhibur berkat adanya pembahasan ini.
Sekian dari aku, Semoga topik tentang contoh soal hukum waris perdata tersebut bisa bermanfaat bagi pembaca semuanya. Akhir kata. Thanks untuk semuanya.
Posting Komentar untuk "contoh soal hukum waris perdata"